Thursday, February 02, 2006

Akhir Sebuah Petualangan George W Bush

SEJARAH berulang lagi.Itulah yang dialami Amerika Serikat sekarang ini. Apa yang terjadi di Irak dan keputusan Washington terhadap Irak seakan mengulangi apa yang terjadi di Vietnam sekitar empat dasawarsa lalu. Apakah AS pada akhirnya akan menarik pasukannya dari Irak seperti yang terjadi di Vietnam beberapa tahun silam karena memang sudah tidak mampu menghadapi perlawanan?
Melihat perkembangan situasi di Irak belakangan ini, Washington pun memutuskan untuk sesegera mungkin melakukan "Irakifikasi". Ada keyakinan di Gedung Putih bahwa cara mengatasi masalah keamanan di Irak adalah mengalihkan tanggung jawab penjaga perdamaian kepada pihak Irak sendiri sesegera mungkin.Strategi ini, mempercepat "Irakifikasi", diyakini akan memberikan keuntungan nyata. Rakyat Irak mungkin lebih baik dibandingkan dengan orang Amerika dalam usaha melacak dan menghentikan aksi kelompok-kelompok bersenjata. Hasil nyata lainnya yang segera akan dapat diperoleh AS adalah jumlah korban, baik luka maupun tewas, di pihak AS akan berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.Kebijakan baru AS itu muncul berbarengan dengan meningkatnya tekanan dari Baghdad yang menuntut agar transfer kekuasaan segera dilakukan. juga bisa dibaca sebagai kekalahan AS, kekalahan petualangan Presiden George W Bush di Irak.Nantinya, bila transfer kekuasaan itu sudah dilakukan, Otoritas Sementara Koalisi yang dipimpin Paul Bremer juga akan tutup buku. Diharapkan, mereka berakhir pada tanggal 1 Juli 2004.
Menurut berita yang dilangsir The Age (12/11) mengutip laporan Iraqi Body Count, jumlah korban tewas di pihak Irak berkisar antara 21.000 hingga 55.000 orang, baik militer maupun sipil. Masih menurut Iraqi Body Count, jumlah penduduk sipil yang tewas selama Maret-20 Oktober 2003 berjumlah sekitar 7.757 hingga 9.565 orang.Sementara itu, harian The Guardian memperkirakan jumlah tentara Irak yang tewas selama periode itu 13.500-45.000 orang. Survei Kantor Berita Associated Press bulan Juni lalu mengungkapkan, paling kurang 3.240 orang sipil tewas setelah perang pecah.ANGKA-angka itu sudah berbicara. Dan, angka-angka itu pula yang akhirnya memengaruhi para pembuat keputusan di Gedung Putih.Itulah lembaran hitam sejarah AS.
Percepatan "Irakifikasi" tersebut tidak dilandasi niatan Washington untuk menciptakan perdamaian dan keamanan. Kebijakan baru itu kemungkinan besar lebih didasari oleh makin meningkatnya jumlah korban di pihak AS,juga bisa dibaca sebagai kekalahan AS, kekalahan petualangan Presiden George W Bush di Irak,juga bukan merupakan jaminan bagi berhentinya aksi- aksi kelompok bersenjata. Mengapa? Karena, Irak kini terbagi dalam berbagai kelompok-Kurdi, Syiah, dan Sunni-yang bukan mustahil akan berebut kekuasaan.
Exit strategy berupa percepatan "Irakifikasi" merupakan strategi cuci tangan AS untuk bersih dari, misalnya, setelah kedaulatan dan kontrol politik diserahkan kepada rakyat Irak lalu terjadi perebutan kekuasaan dan perpecahan Irak.Inilah akhir petualangan George W Bush di Irak

0 Comments:

Post a Comment

<< Home