Sunday, April 16, 2006

Orang Yang Beruntung

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Qs. al-'Ashr [103]: 1-3).
Allah SWT bersumpah demi masa/waktu/umur karena sesungguhnya Allah swt telah memberikan kepada manusia "modal" yang tidak ternilai harganya yakni "umur", tidak akan menambah atau mengurangi modal tersebut. Sehingga manusia yang tidak memanfaatkan sebaik-baiknya umur yang diberikan maka ia akan merugi.
"Dan bagi setiap umat ada ajalnya. Apabila ajal itu sudah datang tidak dapat mereka meminta diundurkan atau dimajukan sesaat juapun." (Qs. al-A'râf [7] 34).
Firman Allah SWT bahwa seluruh manusia akan merugi, kemudian ada "pengecualian" sehingga menjadi pemahaman bagi kita bahwa hanya sedikit manusia yang beruntung (masuk syurga) dan sebagian besar mereka merugi (masuk neraka). Mereka yang beruntung karena 3 hal; beriman, beramal saleh dan saling menasehati (da'wah).
Orang yang beruntung adalah mereka yang telah beriman (masuk Islam), dengan demikian seluruh orang kafir akan merugi dan kekal dalam neraka.
"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah, Kami membalas setiap orang yang sangat kafir." (Qs. Fâthir [35]: 36).
Ternyata keislaman seseorang belum cukup untuk membuat ia beruntung, ia juga harus melakukan amal saleh; melakukan ibadah mahdhah semisal shalat, puasa, zakat, haji, shadaqah, do'a, dzikir, dan lain-lain, serta menjalankan semua perintah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Artinya, Islam tidak hanya membutuhkan iman saja tetapi juga amal, ia harus memahami Islam (aqliyah islamiyah) dan menjalankan dalam kehidupannya (nafsiyah islamiyah).Jika ia telah Islam dan beramal saleh masih belum cukup baginya untuk menjadi orang yang beruntung, ia juga harus memberikan nasehat (berda'wah) kepada orang lain agar selalu dalam kebenaran dan kesabaran. Da'wah adalah kewajiban setiap muslim/muslimah, ia harus ikut memberikan kontribusi untuk mencegah terjadinya kemaksiaatan, sekecil apapun kontribusinya.
Walhasil, jika tahun 1996 penduduk bumi lebih dari 5 milyar orang maka hanya 1,4 milyar orang yang beriman (26% Islam), dari 1,4 milyar berapa persenkah yang saleh, dari sisa yang saleh berapa persenkah yang mempelajari Islam dan menda’wahkannya kepada orang lain. Itupun penduduk bumi saat ini, bagaimana dengan penduduk bumi sebelum kita. Sangat sedikit manusia yang beruntung bukan?
Imam Syafi'i menyatakan, "Kalau umat manusia merenungkan surah ini (al-'Ashr), pastilah dia meliputi mereka (memadai)", artinya jika seseorang memahami dengan baik ayat ini dan merenungkannya maka akan mendorongnya untuk selalu ta’at kepada Allah swt, tidak menyia-nyiakan waktunya yang berharga dan selalu digunakan untuk memperoleh ridha Allah SWT. Wallahua'lam

0 Comments:

Post a Comment

<< Home